news
Monthly

Monthly K-Link Series II - Sentul Higland Golf

14 November lalu K-LINK menyelenggarakan monthly series putaran kedua di Sentul Higland Golf Course, setelah turnamen golf putaran pertama di Riverside Golf Country Club dilakukan berbarengan dengan 10th Anniversary K-Link Indonesia.

Committe melakukan tiga strategi untuk mengakomodir animo para peserta yang sangat besar. Cara pertama adalah melakukan strategi pembayaran di muka melalui transfer ke rekening committe untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari para golfer. Ini untuk mengatasi kemungkinan golfer membatalkan keikutsertaannya secara mendadak di hari H. Strategi ini terbukti cukup efektif sehingga panitia telah mengetahui jumlah peserta satu hari sebelum acara, yaitu 120 peserta.

Konsep kedua adalah melakukan broadcast message melalui grup smartphone berisikan nama-nama peserta dan kesempatan menentukan pairing untuk memudahkan pengaturan saat pertandingan. Termasuk menyajikan informasi handicap (HC) masing-masing peserta. Hal ini membantu committe pertandingan membuat pairing pada Selasa (13/11) sebanyak 40 flight.

Konsep ketiga adalah pengaturan tee box dan flight di setiap hole. Pada hari Jumat (8/11), committe pertandingan telah membuat pemetaan lapangan, guna mengkaji peluang-peluang macet saat turnamen.

Terdapat 3 titik macet dari kejadian di lapangan :

    Waktu pencarian bola.
Akibat kesalahan pukul sehingga bola tidak berada di fairway, hampir di semua hole. Guna mengantipasi hal tersebut, di setiap hole ditugaskan satpam dan forecaddy, sehingga waktu pencarian bola bisa dihindari.

Banyak golfer merasakan manfaat ini, terutama ketika mengalami masalah tee off pada saat turnamen. Di pairing saya, hole pertama, Hansa Sagala yang terkenal dengan julukan Mr. Longest, mengalami pukulan slice hole pertama sampai melawati jalan cart, menuju semak-semak. Hansa yang berpikir bolanya OOB (out of ball) ingin melakukan provision ball, namun kekecewaannya sirna berkat kesigapan forecaddy dimhole yang memberikan tanda safe. Setelah melakukan pukulan penyelamatan, Hansa berhasil melakukan one chip one put, dan mendapatkan par di hole tersebut, menyamai Primus yang berhasil tee off di fairway, dan on regulation ( 2 on di par 4).

2. Antrian tee off
Par 5 (hole 3, 6, 11 dan 17) di Sentul Higland dari tee box biru, tidak begitu jauh untuk golfer pemukul longest antara lain Hansa Sagala, Daniel S., Joy, Zulhaimi, Todo, yang sangat berpeluang untuk mendapatkan on green pada second shoot mereka. Dampaknya di semua par 5 terjadi kemacetan, karena second shoot akan menunggu flight di depannya sampai selesai.

Guna mengantisipasi hal tersebut, committe memindahkan tee box biru ke tempat tee box hitam di hole 3, dan hole 6, sedangkan hole 11 dipindahkan ke posisi belakang (tetap di posisi biru, karena hitam harus di seberang jalan), begitu juga par 5 di hole 17, dipertahankan di posisi biru, tapi diletakkan di posisi belakang.

Konsep ini, bisa menempatkan 3 flight (12 golfer) dalam 1 hole (tee box, fairway dan green). Penumpukan golfer di tee box bisa dihindarkan, sehingga semangat golfer tetap terjaga untuk bermain bagus. Konsep yang sama juga diterapkan di par 4 pendek, hole 13 dan hole 14. Tee box biru diletakkan di posisi belakang (black tee box), sehingga Mr. Longest K-Link Series tidak mencoba melakukan one shoot on di kedua hole tersebut.Sebagai hiburan, untuk par tiga, semua tee box dimajukan pada posisi tee box putih.

Secara teori ini akan membantu golfer handicap 2 digit besar berpeluang di masing-masing par tiga, serta memperbesar peluang hole in one bagi peserta K-Link Series. Teori bisa sangat berbeda dengan kenyataan. Par tiga hole 4, yang jaraknya menjadi 110 meter, membuat Bung Hansa bingung memilih stik yang ia gunakan. Baginya jarak tersebut terlalu dekat. Walau hanya menggunakan lob 54, Hansa kaget bolanya on di ujung green. Beruntung putting yang dilakukannya bisa mendekati hole, sehingga terhindar dari on bodo alias berhasil mendapatkan par.


Di flight depan kami, saya melihat bung Ronni Rundengan dan Presdir K-Link Indonesia Dato’ Radzi tidak berhasil on green tetapi masuk di bunker, namun berhasil one chip one putt and par. Di flight kami, saya dan Bung Benny berada di bunker yang berbeda, namun saya berhasil one chip one put. Bung Benny yang terkenal dengan sebutan Master of Bunker, mengalami kegagalan putting, sehingga hanya mendapatkan bogey.


3. Penempatan pairing di masing-masing hole

Hampir di semua turnamen, seperti K-Link Series, untuk menempatkan 30 flight (120 golfer), committe akan membagi setiap hole menjadi flight A dan flight B. Dari diskusi saya dengan saudara Maman (teaching Pro) yang memegang kendali operasional K-Link Series, kami membuat eksperimen yang berbeda, yaitu menempatkan flight A, B dan C hanya di hole 1 (par 4), hole 3 (par 5), hole 6 (par 5), hole 11 (par 5), hole 17 (par 5). Di setiap hole sehabis par 3 (hole 5, hole 8, hole 13 dan hole 16) hanya ditempatkan 1 flight. Begitu juga di akhir round hole 9 dan 18 hanya ada 1 flight.

K-Link Series putaran kedua ini diikuti 123 golfer yang dibagi menjadi 34 flight. Dengan memadukan tiga konsep tersebut, kemacetan hanya terjadi di awal turnamen, menurut pengamatan saya permainan bisa mengalir, dan flight A dari hole 1 yang melakukan tee off pukul 07.15, Dato’ Radzi cs berhasil sampai ke finish sebelum jam 12.00.

Cuaca mendung dan matahari yang bersinar malu-malu menaungi turnamen hari itu. Committe rule yang terdiri dari Maman, Zulhaimi, Josua T, dan Johansyah membuat keputusan elegan di pagi hari yaitu memberlakukan winter rule.

Saya mendapatkan privilege dari ketentuan tersebut. Di hole 1 (par 4), hole 3 (par 5), hole 5 (par 4), bola saya masuk devot, bekas pukulan yang menciptakan lubang kecil sehingga bola agak sulit dipukul secara maksimal. Winter menyelamatkan kondisi tersebut, dengan lincah caddy memberikan tee untuk tanda sebelum bola diangkat, dan membersihkan bola dari tanah yang menempel. Selanjutnya saya letakkan sejauh scote card di posisi yang nyaman. Sehingga saya par, terbantu dengan winter rule.

Selesai makan siang, Mr. Josua yang tampil sebagai MC memberikan kesempatan pidato kepada Presdir K-Link Indonesia, sekaligus Ketua Pembina Monthly K-Link Series, Dato’ DR. H. Md. Radzi Saleh. Dalam pidatonya, Dato’ Radzi menjelaskan visi dan misi Monthly K-Link Series, serta informasi kegiatan dan himbauan untuk setia mengikuti K-Link Series.

Setelah pemberian Lucky Draw pertama, Josua yang akrab disapa Mr. Rule, memberikan sosialisasi rule patok merah dan patok kuning, dibantu Bung Maman. Pola ini memang sudah menjadi ciri khas K-Link Series, yang berusaha melakukan sosialisasi aturan dari RSA dan PGI, sehingga peserta menjadi golfer yang benar. Tidak hanya pandai melakukan pukulan, tetapi bermain berdasar aturan.

Bertujuan menjadi klub yang diakui PGI dan Lapangan Golf Internasional, K-LINK Committe akan selalu menyediakan sesi untuk sosialisasi aturan bermain golf di setiap K-Link Tournament. Turnamen diakhiri dengan undian Grand Lucky Draw berupa 1 unit sepeda sehat dan LCD TV.
May 13,2013 17:33:26

Rate this article :

CPS
'